Monday, August 13, 2007

Teh Perkecil Risiko Kanker Kulit

Orang yang memanfaatkan waktu senggang dengan minum teh tiap malam, kemungkinan berisiko rendah menderita kanker kulit.

Dalam sebuah penelitian terhadap 2.200 orang dewasa, peneliti menemukan bahwa penikmat teh kemungkinan berisiko kecil mengalami perkembangan squamous cell atau basal cell carcinoma.Keduanya merupakan penyebab kanker kulit.

Pria dan wanita yang secara teratur minum teh––setidaknya satu cangkir atau lebih tiap hari, berisiko 20–30 persen lebih rendah untuk berkembang menjadi kanker dibandingkan mereka yang tidak rutin minum teh. Efek samping semakin dirasakan bagi penikmat teh yang secara teratur meminum sedikitnya dua gelas teh setiap hari.

Penelitian ini dipublikasikan dalam The Journal of the American Academy of Dermatology. Penemuan ini tidak berarti jika dikaitkan dengan paparan sinar matahari. Peneliti menemukan, tidak ada bukti penikmat teh akan berisiko rendah mengalami kanker kulit, walaupun mendapat sinar matahari secara berlebihan. Penelitian ini hanya menunjukkan hubungan antara minuman teh dengan malignant melanoma sebagai penyebab kanker kulit yang mematikan.

”Masih dalam penelitian yang sama, teori yang menyebutkan bahwa teh yang mengandung antioksidan akan mengurangi bahaya radiasi sinar ultraviolet,” ungkap Ketua Peneliti dari Rees of Dartmouth Medical School, New Hampshire, Lebanon, Dr Judy R. Mengonsumsi teh sering dihubungkan dengan risiko rendah kanker kulit yang didukung pula sejumlah faktor, seperti usia, jenis kulit, riwayat kesehatan, khususnya kesehatan kulit.

0 Comments: