Wednesday, January 30, 2008

Indonesia!!!!!!! YES WE CAN!

*Iseng-iseng baca artikel menarik diKompas Sabtu, 26 januari 2008, trus kepikiran kenapa gak dishare aja info ini.. :)

Tiga puluh tahun yang lalu, saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.

Etos Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris.

Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, "sikap rajin bekerja". Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, "sikap hemat", yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, "sikap self-help", yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.

Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia. "Rajin pangkal pandai..." dan "sedikit bicara banyak kerja" adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.

Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah. Sementara sifat yang terakhir, kooperasi, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda

Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung. Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.

"Ah!" pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. "Sungguh mengherankan burung garuda itu!" ujarnya kepada pemburu.

"Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!" balas sang pemburu mantap.

"Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!" bantah si ahli unggas itu.

Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.

"Betul, kan?" ujar si pemburu. "Dia bukan garuda lagi!"

Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.

Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: "Garuda, dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!" Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.

Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja bisa, apalagi Indonesia.

Oleh : Koh Young Hun Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea

Read More...

Sunday, January 27, 2008

Soeharto Rest In Peace

Semoga berkenan, baik yg katanya ngga suka ataupun yang diem-diem suka. Seperti lagu Benci tapi Rindu (CMIIW) : "Sakitnya hati ini sayang.....tapi aku rinduuuu..... "


Mengenang Beliau yang meninggal pada umur 86 Tahun, Beliau Meninggal di RSPP pada tanggal 13:10,Semoga Amalannya diterima disisinya..Amien.. Suharto Family Portrait
Original caption: Suharto family portrait. Photo shows the Indonesian President posing with his wife and children. Undated photograph.
Image: © Bettmann/CORBIS

Suharto Head and Shoulders in Uniform
Original caption: 7/1966-Djakarta, Indonesia- Shy and retiring, Suharto rarely grants an interview, but is always ready to flash a warm, Javanese smile. His career is marked with dedication, having enlisted in the ranks of the Indonesian Army at the age of 19. Today, at 45, he is a full general and commands the nation's armed forces. Some people believe he also commands President Sukarno. He is shown here posing in uniform.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: July 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia

Fifth Deputy Premier of Indonesia
Original caption: Close ups of Indonesian Fifth deputy premier Lt. Gen. Suharto.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: April 15, 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia

General Suharto at Microphone
Original caption: 9/30/1966-Djakarta, Indonesia- Indonesian strongman General Suharto announces that former deputy premier Subandrio will go on trial for treason 10/1, the first anniversary of the attempted Communist coup in Indonesia. There are reports that President Sukarno may be forced to take the stand during Subandrio's trial and reveal for the first time his connections with the growth of Communist influence in Indonesia, prior to the takeover attempt.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: September 30, 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia

Indonesian Fifth Deputy Premier
Original caption: Close ups of Indonesian Fifth deputy premier Lt. Gen. Suharto.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: April 15, 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia

Indonesian 5Th Deputy Premier Suharto
Original caption: 1966: Indonesian 5th Deputy Premier Lt. Gen. Suharto seated in chair.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: 1966

Fifteh Deputy Premier Suharto
Original caption: Close ups of Indonesian Fifth deputy premier Lt. Gen. Suharto.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: April 15, 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia

First Indonesian Cabinet Meeting
Original caption: 8/4/1966-Jakarta, Indonesia- Members of the new Indonesian cabinet, formed July 25th, await the start of their first meeting at Freedom Palace. From left are: Chairman of the Presidium General Suharto; President Sukarno; Senior Minister of Economics and Finance S.H. Buwono IX; and Senior Minister of Politics A. Malik.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: August 4, 1966
Location Information: Jakarta, Indonesia

President Suharto Addresses Parliament
Original caption: 3/4/1967-Jakarta, Indonesia- Indonesia's "de factor" President Gen. Suharto (left) addresses Parliament March 4 for the first time since President Sukarno turned over full executive powers to him late last month. Suharto urged that Parliament be cautious in deciding whether to dismiss President Sukarno from his remaining titular position.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: March 4, 1967
Location Information: Jakarta, Indonesia

Suharto
Suharto, president of Indonesia since 1967. When Suharto took office, he developed the New Order, aimed to rejuvenate the economy with help from Western investors.
Image: © CORBIS
Date Photographed: 20th century

Indonesian President Suharto with U Thant
Indonesian President Suharto and his wife Siti meet United Nations Secretary General U Thant and his daughter Aye Aye at the United Nations Headquarters in New York.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: May 28, 1970
Location Information: Manhattan, New York, New York, USA

President Nixon and Suharto Chatting
Original caption: Washington: Indonesian President Suharto pays state visit to President Nixon at the White House. Photo shows Nixon and Suharto in Nixon's oval office.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: May 26, 1970
Location Information: Washington, DC, USA

President Nixon and Suharto Chatting
Original caption: Washington: Indonesian President Suharto pays state visit to President Nixon at the White House. Photo shows Nixon and Suharto on reviewing stand during welcoming ceremonies.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: May 26, 1970
Location Information: Washington, DC, USA

Indonesian President Suharto and French President Georges Pompidou
Indonesian President Suharto and French President Georges Pompidou at the entrance of the Elysee Palace during Suharto's official visit to France.
Image: © Henri Bureau/Sygma/Corbis
Photographer: Henri Bureau
Date Photographed: November 13, 1972
Location Information: Paris, France

Suharto and Ronald Reagan
Suharto and Ronald Reagan during Suharto's visit to the White House.
Image: © Dennis Whitehead/Corbis
Photographer: Dennis Whitehead
Date Photographed: October 1982
Location Information: Washington, DC, USA

Suharto
Suharto during his visit to the White House.
Image: © Dennis Whitehead/Corbis
Photographer: Dennis Whitehead
Date Photographed: October 1982
Location Information: Washington, DC, USA

Indonesian President Suharto Meets Indira Gandhi
Indonesian President Suharto visits Indian Prime Minister Indira Gandhi in New Delhi.
Image: © Kapoor Baldev/Sygma/Corbis
Photographer: Kapoor Baldev
Date Photographed: December 1980
Location Information: New Delhi, India

President Clinton with Indonesian President Suharto
Image: © Wally McNamee/CORBIS
Photographer: Wally McNamee
Date Photographed: October 27, 1995
Location Information: Washington, DC, USA


OFFICIAL VISIT OF PRESIDENT SUHARTO TO FRANCE
Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis
Photographer: Bernard Bisson
Date Photographed: November 24, 1992

OFFICIAL VISIT OF PRESIDENT SUHARTO TO FRANCE
Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis
Photographer: Bernard Bisson
Date Photographed: November 24, 1992

HILLARY CLINTON ON THE FRINGES OF THE APEC SUMMIT
Image: © MC NAMEE WALLY/CORBIS SYGMA
Photographer: Wally McNamee
Date Photographed: November 16, 1994

SUMMIT FOR SOCIAL DEVELOPMENT IN COPENHAGEN
Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis
Photographer: Bernard Bisson
Date Photographed: March 12, 1995

FIRST EUROPE-ASIA SUMMIT IN BANGKOK
Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis
Photographer: Bernard Bisson
Date Photographed: March 2, 1996

SUHARTO'S RESIGNATION
Original caption: The Indonesian dictator has decided to resign after 32 years of power.
Image: © CORBIS SYGMA
Photographer: Jacques Langevin
Date Photographed: May 21, 1998

SUHARTO'S RESIGNATION
Original caption: The Indonesian dictator has decided to resign after 32 years of power.
Image: © CORBIS SYGMA
Photographer: Jacques Langevin
Date Photographed: May 21, 1998

PRESIDENT WAHID VISITS EX-PRESIDENT SUHARTO
Image: © JUFRI KEMAL/CORBIS SYGMA
Photographer: KEMAL JUFRI
Date Photographed: March 8, 2000

Indonesia - Former Indonesian President Suharto in Hospital
Former Indonesian President Suharto lies on a bed as he is accompanied by his daughter SIti Hardiyanti Rukmana (L) after he had a Thallium scan at Pertamina hospital, in Jakarta. The health of Indonesia's ailing former dictator Suharto regressed today, with his heart weakening and hemoglobin count low despite receiving a blood transfusion.
Image: © Jurnasyanto Sukarno/epa/Corbis
Photographer: Jurnasyanto Sukarno
Date Photographed: January 8, 2008
Location Information: Jakarta, Indonesia

Indonesia - Former Indonesian President Suharto in Hospital
Former Indonesian President Suharto lies on a bed as he is accompanied by his daughter SIti Hardiyanti Rukmana (L) after he had a Thallium scan at Pertamina hospital, in Jakarta. The health of Indonesia's ailing former dictator Suharto regressed today, with his heart weakening and hemoglobin count low despite receiving a blood transfusion.
Image: © Jurnasyanto Sukarno/epa/Corbis
Photographer: Jurnasyanto Sukarno
Date Photographed: January 8, 2008
Location Information: Jakarta, Indonesia

Hai Royyyyy..................!!!!!
Indonesia - Politics - Former President Suharto
Former Indonesian president Suharto waves to journalists shortly after being visited by former prime minister of Malaysia Mahatir Muhammad. The Attorney General may drop its plan to re-examine former president Suharto to determine whether he is fit to stand trial because it could cost too much money. Past efforts to bring Suharto to court on corruption and human rights charges have been derailed by a statement from a team of government doctors, which said the former president was unfit to stand trial because of brain damage and permanent injury to his nervous system.
Image: © Mast Irham/epa/Corbis
Photographer: Mast Irham
Date Photographed: May 3, 2006
Location Information: Jakarta, Indonesia


Read More...

Friday, January 25, 2008

Polymer Vision READIUS

Eindhoven - Sebuah inovasi baru teknologi layar ponsel diperkenalkan perusahaan Belanda, Polymer Vision. Ponsel bernama Readius ini punya layar sebesar 5 inchi (13 cm) yang bisa digulung ke dalam bodi ponsel jika sedang tidak digunakan.


Teknologi yang memungkinkan layar bisa disembunyikan ke dalam ponsel tersebut dinamakan 'Rollable Screen'. Disebutkan, ponsel ini menjadi ponsel pertama di dunia dengan teknologi layar gulung semacam itu.

Selain keistimewaan pada layarnya tersebut, ponsel berkemampuan 3G ini juga bisa difungsikan sebagai pembaca e-book atau buku digital. Layar Readius memakai material E-Ink yang diklaim membuat nyaman aktivitas membaca di ponsel, mirip seperti membaca di kertas biasa.

"Anda akan memperoleh layar besar sebagai pembaca buku digital, baterai yang awet, serta konektivitas kelas tinggi," demikian promosi dari Karl McGoldrick, Chief Executive di Polymer Vision seperti dikutip detikINET dari AfterDawn, Rabu (23/1/2008).

Polymer Vision, yang 25 persen sahamnya dimiliki produsen elektronik raksasa Philips ini menyatakan bahwa Readius akan dirilis ke pasaran pada pertengahan tahun 2008. Harganya sementara ini belum diumumkan.

Read More...

Blue Energy - From sea

Gak sengaja buka arsip-arsip email, eh nemuin bahasan tentang BBM yang dibuat dari air laut, dan sepertinya yang nemuin low profile banget. Hmm.. biar dunia tau orang kita masih bisa berkarya apa salahnya kita review lagi bahasan ini. :)

Tak banyak yang tahu,
penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.

Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY,
Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007.
"Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah," ujar Heru begitu turun dari Ford Ranger B 9648 TJ.
Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda 6, satu bus, dan satu truk pengangkut blue energy.
Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Rencananya, blue energy itu juga akan dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali .
"Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri," tandas Heru bangga.
Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan rombongan, Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun Joko itu sangat irit. "Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15 kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 374,5 kilometer, hanya butuh 25 liter," tutur staf khusus Presiden bidang otonomi daerah itu.
Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut Heru, keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 Desember mendatang.
"Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat duduk di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres (pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden karacunan, tapi tidak. Coba saja," tantangnya.
Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari moncong knalpot bus. "Sama sekali tidak ada baunya," kata Djaelani setelah berkali-kali setelah mengisap asap tersebut.
Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai blue energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. "Sama sekali tidak perlu ada modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua bisa pakai," tandasnya.
Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. "Mobilnya malah semakin tidak ada getaran," lanjutnya bangga.
Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius soal kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama soal aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan sempat sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001.
"
Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu," terang peneliti yang mengaku mengambil ide dari ayat2 Alquran itu.
Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga avtur, Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai dengan mesinnya. "Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk mesin bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada," kata ayah enam anak itu.
Yang menarik,
bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. "Kalau air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat, paling bagus nanti bahannya air laut," terang pria yang selalu menyembunyikan identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih gelar insinyur, itu.

Read More...

Tuesday, January 08, 2008

Pride of Indonesia

Ditulis Oleh Wied (herfin***@yahoo.com) *thaks buat artikelnya :)

Hasil "ngintip" dari Om Wiki, tahukah anda bahwa :

- Bangunan Spinx di Mesir menurut hasil pembacaan karbon telah berumur ~11.000 thn yll.
- Adam yang menurut agama samawi adalah nenek moyang manusia modern diperkirakan muncul ~6000 thn yll.
- Ilmu perbintangan Jawa (Nusantara) yang lazim disebut sebagai Pawukon telah berumur ~17.000 thn yll.
Dan dibawah ini adalah itung-itungan "ilmiah" berdasarkan cerita yang terdapat dalam buku “Pustoko Rojo Purwo” gubahan Ronggowarsito.


Dalam buku “Pustoko Rojo Purwo” gubahan Mas Ronggowarsito ada cerita lakon “WATUGUNUNG” yang mengisahkan hidupnya sejak kecil sampai menjadi raja di Negara Gilingwesi yang diuraikan sbb:
Dewi Sinto yang keluar dari dalam tanah, untuk dapat bertemu dengan Begawan Wrahaspati harus memasak daging BANYAK (Angsa) dan daging Wedhus Pedro (Domba).
Cerita tersebut sesungguhnya adalah kiasan sandi ilmu perbintangan, yaitu Wrahaspati adalah Planet Jupiter, Dewi Sinto yang keluar dari tanah melambangkan Bumi (Dunia). Banyak/Angsa adalah lambang gugusan bintang “Banyak Angrem” yaitu bintang Scorpio. Sedangkan Wedhus Pedro atau Domba adalah bintang Aries.

Bagi orang awam yang membaca ceritanya tanpa mengetahui bahasa samarannya (sandi) pasti mengira bahwa Dewi Sinto itu bener-bener harus memasak campuran daging kambing dan daging angsa untuk menemui Wrahaspati. Bikin gule buat sajen ... ha ..ha

Dengan sedikit bersabar dan menggunakan nalar kita sekarang bisa melihat bahwa cerita roman tersebut sesungguhnya adalah pelajaran ilmu astrologi.

Selanjutnya dalam cerita diterangkan bahwa pertemuan Wrahaspati dengan Dewi Sinto menghasilkan anak yang namanya RADITE yaitu Matahari yang dibesarkan oleh Begawan Radi titisannya Batara Surya. Pertemuan Wrahaspati dengan Dewi Landep menghasilkan anak R.Wukir. Pertemuan Wrahaspati dengan Dewi Somo (Bulan) menghasilkan anak Anggoro (Mars), Sukro (Venus) dan Budo (Mercury).
Pertemuan Dewi Somo dengan RADITE menghasilkan anak Dewi Tumpak (Saturnus). Raden Radite ini akhirnya menjadi raja Watugunung.

Sinto, Landep, Wukir dan Watugunung termasuk menjadi nama Wuku dan ke 26 nama wuku lainnya adalah nama anak Wrahaspati yang lahir dari beberapa istri lainnya. He..he..he… rupanya Wrahaspati ini jagoan ditempat tidur, … jadi kalau ada istri tidak puas jangan cari Jin … tapi carilah Wrahaspati ditanggung memuaskan.

Nah, sekarang jelaskan bahwa cerita Watugunung itu sesungguhnya adalah cerita sandi lambing ilmu perbintangan yang menyebutkan semua nama planit dengan lingkaran zodiac dan equator langit. Jelas bahwa leluhur orang Indonesia jaman purba sudah mempunyai dan mengerti ilmu perbintangan yang lengkap, baik dalam bidang astronomi maupun astrologi seperti yang terdapat dalam Pawukon yang juga dipakai untuk mengetahui watak seseorang.

Pertanyaan selanjutnya adalah berapa tahunkah umur ilmu perbintangan bangsa Indonesia itu ?

Kapankah Ilmu Perbintangan Indonesia itu dilahirkan ?

Sesuai dengan makna yang tersirat dibelakang cerita Sinto ketemu Wrahaspati, persilangan dua garis lingkaran yang disebut equinox itu adalah menggesernya Banyak Angrem ke Wedhus Pedro atau Scorpio ke Aries, yaitu Bintang No.1 ke Bintang No.8.

Bergesernya Equinox dari arah Scorpio menuju ke Aries adalah melalui 7 gugus bintang yaitu Libra, Virgo, Leo, Cancer, Gemini, Taurus dan Aries.

Lamanya perjalanan waktu bergeser untuk tiap-tiap gugus bintang adalah 2156 tahun. Jadi total waktu perjalanan Scorpio ke Aries adalah 7 X 2156 tahun = 15.092 tahun.

Menurut ketentuan dalam ilmu perbintangan, untuk mengetahui umur berkembangnya ilmu perbintangan diberbagai Negara, ialah dengan memperhitungkan letak Equinox bagi ilmu perbintangan milik sesuatu Negara pada kedudukan mulai saat berkembangnya, kemudian dihitung jalan menggesernya sampai ke letak bintang Aries, yang menjadi pangkal menghitung posisi bintang pada garis lingkar zodiac.

Sesuai uraian diatas, dalam ilmu perbintangan kuno Indonesia, equinoxnya pada permulaannya berada diarah bintang Banyak Angrem (Scorpio) yang dalam perjalanannya ke Wedhus Pedro (Aries) melalui 7 gugus yang membutuhkan waktu 15.092 tahun lamanya. Jadi sesuai dengan pedoman ketentuan dari ilmu perbintangan maka umur ilmu perbintangan Indonesia sudah lebih dari 15.000 tahun.

Nol derajat equinox Aries itu terjadi pada tahun 108 Sebelum Masehi. Sedangkan sekarang ini pada saat Pak Biduanmanstrip membuat catatan ini adalah tahun 2007.

Jadi sampai waktu sekarang ini equinox tersebut sudah berjalan menggeser dari letak Aries selama (108 + 2007) 2115 tahun mendekati letak bintang Pisces. Dengan demikian berkat sandinya Pak Ronggowarsito maka kita dapat menghitung dengan pasti bahwa ilmu perbintangan Indonesia yang disebut Pawukon ini sudah mencapai (15.092 + 2115) 17.207 tahun lamanya.


Meskipun banyak yang sudah tidak mengerti artinya, tetapi ilmu perbintangan Indonesia yang disebut Pawukon ini sampai sekarang masih dikenal sebagian besar masyarakat, karena itu masih dicantumkan dalam “Tanggalan” untuk berbagai kepentingan adat dan keagamaan.
(Taken from diskusi Kaskus)

Jadi ada benarnya ungkapan sebuah lagu bahwa nenek moyangku seorang pelaut, karena pada jaman dahulu gak mungkin bisa berlayar sampai Madagaskar bahkan sampai Tanjung Harapan di Afrika sana kalau tidak mempunyai alat navigasi yang canggih (ilmu perbintangan).

Masihkan kita merasa minder sebagai suatu bangsa ?


Read More...

Monday, January 07, 2008

2008 Dakar Rally canceled

Reli dakar untuk pertama kalinya digelar pada tahun 1979, sejak pertama digelar, balapan yang sebelumnya bernama Paris-Dakar itu sering mengalami gangguan keamanan. Namun langkah antisipasi berupa pemindahan jalur lintasan yang sering jadi alternatif untuk mangatasai ancaman tersebut kali ini tidak diambil pihak penyelenggara, dan justru memilih meniadakan seri ke-29 tahun 2008 ini untuk pertama kalinya sejak tahun 1979.
hmm.. sebenernya kenapa sih Reli yang terkenal paling keras ini ditiadakan tahun ini?


Sebelumnya kita ulas dulu Seri ke-28 tahun 2007 kemarin. Pada seri Reli Dakar 2007 lomba ini mengambil start di Lisabon ibukota Portugal dan berakhir 21 Januari di Dakar, Ibu kota Senegal.

Sebanyak 525 peserta, 187 mobil, 250 sepeda montor dan 88 truk, beradu kepiawaian serta bertahan untuk merampungkan seluruh lomba yang berjarak tempuh total 7.915 kilometer ini.
Etape pertama sendiri menempuh 492km, dan sepanjang 117km diantaranya merupakan tahapan khusu (special stage).

Ok.. segitu dulu ulasan tentang seri 2007 kemarin.Nah menurut sejarah Rali ini juga telah menewaskan 48 Peserta sejak reli dimulai pada 1979, termasuk delapan anak-anak dan 23 peserta. Rali ini juga menuai banyak kontroversi,Surat Kabar Vatikan L'Osservatore Romano juga menyebutkan Reli dakar sebagai aksi pamer kekuasaan dan kemakmuran di tengah Daerah-daerah (Afrika) yang penduduknya tewas akibat kelaparan dan kehausan. Malah di 2002, Partai Hijau di Perancis berdemontrasi dan menyebut Reli Dakar sebagai bentuk kolonialisme yang perlu dienyahkan. Toh semua itu tidak membuat Reli Dakar terbelakang, malah Reli ini tak pernah kekurangan peserta dan beragam negara asal mereka. Reli Dakar tetap tidak kehilangan daya tarik. Ancaman keamanan di sejumlah negara yang bergejolak tidak membuat kecut peserta. Negara-negara yang dilewati juga selalu ingin kembali disinggahi.

contoh form pendaftaran untuk mengikuti Reli Dakar (klik untuk memperbesar)

Sampe Akhirnya pada tanggal 24 Desember lalu ketika terbunuhnya 4 orang turis asal Prancis di Mauritania menyebabkan Seri ke-29 tahun ini dibatalkan,"Penyelenggara Reli Dakar telah memutuskan untuk membatalkan reli edisi tahun 2008 yang sebelumnya direncanakan digelar 5 - 20 Januari antara Lisbon dan Ibukota Senegal", demikian pernyataan resmi Amaury Sport Organisation, sebagai pihak penyelenggara seperti diberitakan Eurosport.

"Berdasarkan ketegangan politik Internasional terkini dan terbunuhnya 4 Wisatawan Prancis dan terutama ancaman langsung yang diarahkan pada balapan ini dari kelompok teroris, tak ada cara lain kecuali diambil langkah pembatalan," lanjut pernyataan tersebut.

"ASO Amaury Sport Organisation pertama bertanggung jawab terhadap jaminan keamanan semua pihak. Dan masalah keamanan bukanlah suatu yang bisa dikompromikan. Reli Dakar adalah simbol dan tak ada yang bisa menghancurkan simbol. Pembatalan edisi 2008 tidak mengancam penyelenggaraan reli ini dimasa depan."

Source:
http://id.wikipedia.org/wiki/Portal:Peristiwa_terkini
http://detiksport.com/
http://www.indomedia.com/
http://www.eurosport.com/

Read More...